Untukmu Yang Aku Semogakan

Aku mungkin tak tau banyak tentang dirimu, tetapi membicarakan banyak hal denganmu menjadi salah satu kesukaanku. Setidaknya saat ini. Sampai kau mulai menjauh.

Untukmu Yang Aku Semogakan

Tetaplah berada disitu, jangan pergi terlalu jauh dari pandanganku. Aku tak akan mengganggu. Tapi biarlah aku melihat dari jauh, dan tersenyum karena wajahmu yang kaku.

Untukmu Yang Aku Semogakan

Semoga benar itu kamu.

Iklan

Celotehan Soal Hubungan Percintaan

Tag

, , ,

Seorang pangeran berjalan menghampiri sang putri, lalu dengan lembut pangeran mencium tangan sang putri. Membuat sang putri tersenyum tulus, lalu mereka hidup bahagia selama-lamanya. Selesai.

Kalau semua kisah cinta bisa seindah dongeng, mungkin banyak orang gak mau hidup dalam kenyataan yang nyatanya gak semanis kisah di negeri dongeng. Kisah dimana dua orang yang saling jatuh cinta lalu mereka hidup bahagia tanpa kita tau kalo mereka gak pernah berantem. Oke,  itu cuma cerita buat pengantar tidur adek manis biar mereka gak mimpi serem. Seserem muka gue sekarang yang lagi nulis ini dengan muka kumel karna males cuci muka. Yap, menstruasi emang bikin mood gue jadi gak jelas dan males segalanya.

Andai saja adek kecil itu tau kalo cinta gak semanis cerita dongeng yang tiap hari mereka denger. Mungkin mereka gak mau lagi dibayang-bayangi khayalan indah soal pangeran dan si putri. Mereka bakalan tetep menikmati indahnya masa kanak-kanak yang bisa bebas mau main sama siapa aja, main apa aja karena yang ada dipikiran mereka cuma main, main dan main. 

Baca lebih lanjut

Pengalaman Seru di Ulang Tahun Huawei #HuaweiID15th

Tag

Huawei di Indonesia bukanlah nama yang asing ditelinga kita. Siapa sangka, brand yang dulu sempat terkenal karena bekerjasama dngan Esia kini kiprahnya semakin memuncak. Jika Huawei yang kita ketahui hanya memproduksi handphone saja, baiknya kita telusuri dahulu. Selain menghasilkan product handphone dan tablets, nyatanya Huawei Indonesia menyediakan layanan dalam hal koneksi jaringan yang memudahkan kita dalam berkomunikasi sehari-hari. Seperti Telecom Network Energy, BTS dan masih banyak lainnya.

Kemarin, gue dan temen-temen dari komunitas Blogger Kancut Keblenger mendapatkan kesempatan untuk turut serta dalam perayaan ulang tahun Huawei Indonesia yang ke-15. Perayaan ulang tahun #HuaweiID15th  dilaksanan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Sudirman Jakarta Selatan. Acara ini  berlangsung dengan begitu banyak kegembiraan yang tergambar dari suasana yang ada disana. Dengan kaos serba merah, karyawan Huawei ikut bergabung untuk bersama-sama memeriahkan pesta tersebut.

IMG_20160129_140001_1454051369140

Baca lebih lanjut

Analisa Sotoy : Hal Yang Nyebelin Pas Pacaran

Tag

,

“Jatuh cinta berjuta rasanya, biar hitam biar putih manislah nampaknya” kalo kata eyang Titiek Puspa mah begitu. Gak perduli pasangan kita mau putih ganteng kayak Aliando, atau item jelek kayak …….. (isi sendiri) kalo kita udah cinta mah mau gimana juga ditempelin terus.

Lain lagi kalo kata alm.Gombloh, “kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat”. Semua yang gak mungkin bisa jadi mungkin. Semua yang jelek keliatannya jadi indah. Mungkin hal itulah yang dibilang bahwa cinta itu buta. Cinta gak pernah mandang apapun, kalo hati udah srek omongan jelek orangpun gak bakalan digubris. Kekeuh aja dipepetin.

Omong-omong soal cinta, kali ini gue mau ngebahas hal yang nyebelin saat pacaran. Karna gue yakin gak semua hubungan itu berjalan dengan lancar, atau adem ayem aja kayak air di danau. Gak mungkin. Pastinya ada hal yang bikin kita bete terhadap pasangan. Oke, daripada berbelit, gue mau ngasih tau analisa sotoy gue mengenai hal yang nyebelin pas pacaran.

Baca lebih lanjut

Postingan Pertama ditahun 2016

Tag

image

Selamat siang hari ke 4 ditahun 2016. Setelah sebulanan lebih gak megang ini blog, rasanya tangan mulai gatel buat nuangin cerita lagi. Oiya, sebelumnya SELAMAT TAHUN BARU 2016, semoga di tahun ini semua resolusi bisa tercapai. Aamiin.

Kalo ditahun 2015 masih jarang banget posting tulisan, ditahun 2016 ini gue niatkan untuk selalu nulis dalam kondisi apapun. Semoga bisa kesampaian, dan mood gak jelek-jelek amat buat mengeksekusinya. Semoga aja.

Senin, 4 Januari 2016. Dalam kondisi yang alhamdulillah sehat dan masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Siang ini, seperti biasa kerjaan gue cuma update sosial media, ngelamar sana-sini (ngelamar kerjaan, pengennya sih dilamar kamu aja), nonton tv, ataupun dengerin musik.

Kalo ditahun 2015 gue masih sering ngegalau, semoga ditahun ini gak sering-sering amat. Hidup gue harus berubah jadi lebih baik lagi. Terlebih sekarang udah ada seseorang yang tiap hari kerjaannya cuma bikin gue ketawa terus. Gue heran kenapa dia sebegitu lucunya, sampe-sampe mau marah di depan mukanya aja gue gak sanggup. Sampe gue bingung, gue sebenernya marah sama orang apa sama badut. Tapi alhamdulillah, dia emang nyenengin banget.

Baca lebih lanjut

Teruntuk Kamu

Teruntuk kamu yang sedang disiapkan Tuhan untuk dipertemukan. Apa kabar? Semoga kamu sehat. Aku disini juga baik. Sampai saatnya nanti kita bertemu, semoga kita selalu dalam keadaan yang baik. Yang akan mempertemukan kedua belah mata kita, untuk saling menatap. Mencoba merasakan getaran cinta yang akan menampilkan senyuman pada pipiku dan wajahmu.

Teruntuk kamu yang sedang disiapkan Tuhan untuk dipertemukan. Bagaimana hari mu? Semoga menyenangkan. Aku disini juga selalu senang. Menantimu dengan sejuta harap yang akan mengantarkanku pada labuhan cinta mu yang menenangkan jiwa.

Teruntuk kamu yang sedang disiapkan Tuhan untuk dipertemukan. Jangan lelah berdoa, karna aku yakin bahwa kita akan bersama disaat yang telah ditentukan. Disatukan oleh cinta suci yang Tuhan hadirkan melalui hati yang terbungkus sejuta kerinduan. Rindu yang tak tau pada siapa akan dilabuhkan. Diserahkan sepenuh jiwa untuk ditimang sayang penuh kasih. Akupun tak lelah berdoa untuk saat itu. Saat dimana tanganmu akan menggenggam erat tanganku.
Baca lebih lanjut

Senja

Tag

Senja, mengapa kau begitu indah? Membuat burung menari-nari merayakan kedatanganmu, lalu pohon-pohon tersenyum ceria merasakan hangatmu. Dan angin, yang serta merta menambah haru.

Senja, bolehkah aku bertanya sesuatu? Apakah kau selalu begitu? Membuat banyak mata mengagumimu. Lalu mengabadikanmu seolah tak ingin kehilangan pesonamu.

Senja, kau telah berhasil memesonaku, menghanyutkanku pada kerinduan yang dalam, rindu yang membesar seperti ombak yang tersapu angin kencang. Memecah keheningan. Meleburkan semua angan.

Senja, bila aku diberi kesempatan. Bolehkan sekali saja aku terlelap dibawah indahmu? Merasakan hangatnya mentari sebelum digantikan bulan. Menikmati deru angin yang berhembus kala petang. Merebahkan kehampaan dengan sinaran cahaya redup sebelum gelap. Aku ingin begitu.

Senja, tetaplah seperti itu, jangan pernah berubah meski sedang gundah. Aku disini, selalu memperhatikanmu dari jauh. Menikmati kekosongan hati dengan sejuta harapan baru. Mencoba melukiskan indahnya cinta dengan kata. Seindah engkau. Senja.

Boneka untuk Adikku

Tag

, , ,

Adikku merengek minta dibelikan sebuah boneka dihari ulang tahunnya. Aku bingung harus membeli boneka macam apa yang dia inginkan. Baiklah, kuputuskan untuk membelinya esok hari. Sebagai kejutan dihari ulang tahunnya.

Hari agak mendung, sepertinya akan segera turun hujan. Tapi tak apa, demi mendapatkan sebuah boneka yang akan kuhadiahkan untuk adikku.

Aku berjalan memasuki sebuah toko boneka, disambut oleh seorang wanita berambut panjang lengkap dengan seragamnya. Kurasa ini toko boneka yang bagus, karena disetiap sudut ruangan dipenuhi banyak boneka lucu, dan beberapa lagi terdapat patung perempuan yang menggunakan baju layaknya wanita asli, atau bisa dibilang semacam barbie dalam ukuran manusia. Keren.

Sedang asik-asiknya melihat koleksi toko boneka tersebut, tiba-tiba seorang anak kecil menarik tanganku, lalu membawaku pada satu boneka yang ditunjuknya. Kemudian aku bertanya “adik mau boneka ini?”, ia hanya mengangguk bisu. Kuambilkan boneka yang ia tunjuk itu lalu memberikannya.
Kurapikan kembali boneka yang jatuh setelah mengambil boneka untuk anak kecil itu, dan setelahnya tak kudapati dia dari pandanganku.
Baca lebih lanjut

Angin

Tag

Selepas tadi kami pergi ke taman hiburan yang tak terlalu jauh dari rumahku, kami memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Menyusuri setiap lorong jalanan yang remang-remang disetiap sudutnya. Tak banyak aktifitas malam ini, hanya sesekali motor dan mobil yang melintas.

Suasana malam ini begitu dingin, angin berhembus menelusup masuk ke dalam pori-pori tubuhku. Untung saja malam ini aku menggunakan jaket pemberian kekasihku, padahal ku rasa dia juga pasti kedinginan. Sepanjang jalan ia menggenggam tanganku dengan erat seperti tak memberikan kesempatan pada angin untuk membuat tanganku menjadi beku.

Suasana berubah menjadi semakin mencekam, ya benar saja saat ini waktu menunjukkan pukul 12 lewat 30 tengah malam. Angin berhembus semakin kencang membuat daun-daun kering berjatuhan, menari-menari bersama deru angin. Dengan lembut ia menepuk punggungku seraya menenangkanku yang kedinginan. Ah dia memang sangat baik.

Kukira malam ini menjadi malam yang menyenangkan. Menyusuri malam yang dingin berdua, dengan alunan lagu Angel dari Sarah McLachlan yang damai.

Minggu Sepi

Tag

Hari minggu ini terasa sunyi. Sejak tadi pagi orang tuaku pergi bersama adik-adikku. Tinggalah aku sendiri di rumah. Ah Minggu ya, aku lebih suka tak melakukan kegiatan apapun. Hanya di kamar ditemani alunan musik slow pop ataupun rock, bahkan sekelas spultura juga asik memainkan lagu untukku. Sembari melemaskan tubuh diatas kasur, memainkan permainan yang ada di dalam laptopku.

“Delicious” seorang pria menyebutkan kata itu setelah aku berhasil menghancurkan beberapa permen yang tersusun secara acak.
“ke”, ku dengar seseorang memanggilku. Tapi tak ku gubris karena aku sedang asik dengan permen-permen di depan mataku.

Satu persatu permen yang tersisa hancur, mengantarkanku pada level berikutnya. Setelah cukup lama bermain, tiba-tiba rasa haus datang dan memaksaku mengambil segelas air untuk kuminum. Aku menyusuri setiap anak tangga hingga sampailah di depan sebuah lemari es. Dengan santai ku ambil sebotol air dan kutuangkan ke dalam gelas.

“Assalamu’alaikum” ucap seseorang sambil mengetuk pintu.
“Wa’alaikumsallam” sahutku membalas.
Aku langsung bergegas membuka pintu, dan ternyata orang tuaku baru saja tiba bersama adik-adikku juga.

Mereka datang dan kembali membuat rumah ini menjadi ramai. Tak ingin berlama-lama, aku kembali menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar.