Tag

, ,

Gemericik air turun membasahi kaca jendela. Mengalir lembut air hujan yang juga ikut menambah sunyi suasana malam. Memeluk erat jiwa yang hampa akan kesepian. Hening, tanpa suara. Hanya gemuruh rindu yang seakan berteriak mencari lawan. Aku rindu, tapi tak tau pada siapa.

Hujan malam ini mengalunkan irama kerinduan. Setiap tetesannya seakan memainkan melodi nada cinta. Merenyuh hati pada setiap dentingannya. Indah, tapi memilukan.

Anginpun tak mau kalah, ia ikut menambah haru suasana malam. Membelai hati, menyesakkan dada. Mencoba membuka kembali pintu kenangan yang sudah kututup. Bukan tak ingin kubuka, tapi kurasa aku perlu berjalan kedepan untuk menemukan pintu baru. Yang akan kupersilahkan masuk untuk seseorang yang mencintaiku.

Aku masih di depan jendela kamar, menikmati malam ini dengan alunan lagu yang dimainkan oleh Coldplay yang berjudul The Scientist. Menemaniku menulis dengan perasaan yang berkecamuk. Antara rindu dan kehampaan.

Hujan memang ajaib, seketika membuat perasaanku merasa sangat kesepian. Bahkan biasanya tak semenyedihkan ini. Aku selalu bahagia ketika hujan turun. Selalu bisa membawaku dalam ketenangan, meskipun selalu berubah menjadi kerinduan. Tapi tak seperti sekarang. Aku……. Ah sudahlah, lebih baik aku diam, terlarut dalam alunan musik yang sedang kuputar. Setidaknya itu caraku meredamkan perasaan rinduku yang menggebu.

Aku ingat pernah ada yang berkata padaku “Hujan itu romantis, selalu bisa membuatku berhasil merindukanmu. Itulah mengapa aku suka hujan. Karna dalam hujan, ada kamu”. Sial, kata-kata itu masih terekam jelas dimemory ingatanku. Padahal seharusnya sudah ku hapus. Atau setidaknya kusembunyikan di laci paling dalam, dengan kata kunci yang rumit. Sehingga aku lupa dan tak bisa kupecahkan kodenya. Aku memang tak sepintar itu untuk menyembunyikan setiap kenangan.

Wahai hujan, malam ini kusampaikan rasa rinduku padamu. Pada setiap kenangan yang sudah kulalui di dalamnya. Hujan, aku rindu, meski tak tau siapa yang kutuju.

Hujan, kuserahkan rinduku untuk dilabuhkan pada dermaga hati yang akan merawatnya dengan kasih. Hingga tak ada karat yang membuatnya rapuh. Berhentikanlah rinduku pada danau indah yang penuh cinta. Pada hati yang juga mengindahkan cintanya untukku.

*Jakarta, 2 November 2015. Dalam keadaan hujan dan petir yang sesekali memecah keheningan.

Iklan