Tag

, , ,

Seorang pangeran berjalan menghampiri sang putri, lalu dengan lembut pangeran mencium tangan sang putri. Membuat sang putri tersenyum tulus, lalu mereka hidup bahagia selama-lamanya. Selesai.

Kalau semua kisah cinta bisa seindah dongeng, mungkin banyak orang gak mau hidup dalam kenyataan yang nyatanya gak semanis kisah di negeri dongeng. Kisah dimana dua orang yang saling jatuh cinta lalu mereka hidup bahagia tanpa kita tau kalo mereka gak pernah berantem. Oke,  itu cuma cerita buat pengantar tidur adek manis biar mereka gak mimpi serem. Seserem muka gue sekarang yang lagi nulis ini dengan muka kumel karna males cuci muka. Yap, menstruasi emang bikin mood gue jadi gak jelas dan males segalanya.

Andai saja adek kecil itu tau kalo cinta gak semanis cerita dongeng yang tiap hari mereka denger. Mungkin mereka gak mau lagi dibayang-bayangi khayalan indah soal pangeran dan si putri. Mereka bakalan tetep menikmati indahnya masa kanak-kanak yang bisa bebas mau main sama siapa aja, main apa aja karena yang ada dipikiran mereka cuma main, main dan main. 

Hakikatnya cinta itu sendiri bukan sebuah permainan yang bisa dilakuin sama orang yang gak punya keseriusan didalamnya. Kenyataannya, banyak pecinta yang mereka sendiri gak ngerti aturan main dalam berhubungan. Mereka cuma jadiin cinta sebagai alasan klasik sebagai penghilang kesepian semata. Bukan serta merta perasaan yang tumbuh dari dalam hati. Sehingga makin banyak para moduser yang dengan lihai memainkan kata-kata mematikannya itu buat ngeracunin si target utamanya. Alesannya adalah supaya mereka gak dibilang Jones (Jomblo Ngenes), atau setidaknya tiap hari ada yang merhatiin meskipun itu semua palsu. Demi mendapatkan cap tertentu, mereka dengan rela membohongi hatinya sendiri dan juga pasangannya. Atau bisa dibilang semacam yang lagi ngehitsnya saat ini dengan istilah friendzone. Merasa saling memiliki namun tak pernah ada kepastian sama sekali. Terasa sama menyakitkan seperti PHP namun tak se-enak PHD.

Keterikatan satu sama lain terkadang harus dibuktikan dengan intensitasnya suatu komunikasi. Nyatanya tak semua hubungan berjalan lancar dengan hal yang dibilang sangat penting dalam berhubungan. Ada banyak pasangan memilih untuk saling “keep in touch” dengan seringnya komunikasi via gadget dan ada pula yang memilih sistem “kepercayaan” lalu membebaskan pasangannya untuk mengirim pesan atau tidak. Dengan beberapa alasan dimana satu sama lain mempunyai kesibukan dan tak perlu menjadi anak manja yang selalu harus dikabari. 

Hubungan yang sehat bukanlah sekedar dari seberapa seringnya mengabari pasangan, atau pertemuan yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Komunikasi tak selalu menjadi jaminan bahwa pasangan kita bisa dipercaya sepenuhnya, namun bukan berarti harus mencurigai bahwa dibelakang kita mereka melakukan manipulasi hati.   Kecurigaan yang berlebih bisa bikin hubungan gak sehat juga.

Hubungan yang sehat adalah hubungan dimana masing-masing pasangan bisa memberikan kepercayaan penuh pada pasangannya. Memberikan ruang gerak untuk mereka menjalankan segala yang mereka suka tanpa terbebani perasaan cemburu yang berlebihan. Oke, mereka emang pacar tapi bukan berarti kalian bisa ngerasa kalo dia itu cuma milik kita pribadi. Mereka itu milik Tuhan nya, milik keluarganya, milik sahabatnya, milik temannya yang kebetulan juga milik kita. Mereka punya wewenang buat ngejalanin hidupnya tanpa ngerasa dikekang kayak burung didalam sangkar. Baru pacar aja udah dikurungin, apalagi kalo jadi suami isrti.  Bisa-bisa bukan dikurungin lagi, tapi dikarungin.

Semakin bertambahnya usia, semakin dewasa pula pemikiran soal berhubungan. Kalo kalian ngerasa udah terlalu sering gonta-ganti pasangan, coba deh dipikir lagi itu hati apa halte bis yang tiap waktu gampang buat ganti penumpang. Emang dengan gonta-ganti pasangan bisa dapet hadiah puluhan juta? atau biar dicap kalo kamu itu laku keras? Pertanyaan terbesarnya adalah kamu sebenernya orang apa barang dagangan?. Karna waktu terus berlalu dengan cepat, kalo kamu mikirnya masih gitu-gitu aja ya gak bakalan bener. Hubungan itu harus punya tujuan yang jelas, harus punya komitmen satu sama lain. Jangan ngambang gitu aja kayak yang ada di sungai. Kalo kamu ngerasa gak tau mau dibawa kemana suatu hubungan, mending kalian ajak temen kalo mau naik angkot. Biar gak bingung apalagi sampe kesasar.

Semakin dewasa, harusnya semakin tau kalo ngejalin suatu hubungan itu gak bisa main-main. Apalagi dimainin sama orang yang tingkahnya masih kayak anak kecil. Daripada mainin cinta, mending pergi ke DUFAN aja. Banyak permainannya.

Iklan