Jikalau aku salah, tolong maafkan semua kesalahanku.
Aku tak pernah tau bagaimana jalan hidupku satu menit kedepan, apalagi jika aku harus menebak apa yang akan terjadi ditahun depan. Kau pikir aku seorang peramal? Hey, bagaimana bisa aku meramalkan diriku sendiri sedang saat ini aku masih banyak bersimpuh memohon pada-Nya untuk kebaikan hidup. Aku mungkin sudah gila. Bahkan untuk sesaat aku merasa tak ingin menjalani apa yang telah digariskan. Aku ingin marah.

Emosiku mencuat ketika sudah cukup lama aku terdiam disuatu ruangan yang membosankan. Padahal, harusnya aku bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Tapi aku ingin marah. Marah pada keadaan yang membuatu hampir gila. Jika saja aku tak bertemu dia, mungkin aku benar-benar sudah gila.

Aku tau mungkin Tuhan terlalu cemburu padaku yang dahulu terlalu mementingkan dunia. Tuhan ingin membuatku sangat begitu mencintai-Nya dengan segenap doa yang kupanjatkan. Tuhan memang selalu punya cara untuk menguji kesetiaanku pada-Nya.

Jikalau itu adalah sebuah kenaikan posisiku dimata-Nya, lantas apa yang perlu aku khawatirkan. Padahal janji-Nya adalah benar.

Mungkin Tuhan akan memberikanku hadiah yang jauh lebih indah dari harapanku. Hadiah yang membuatku melupakan rasa sedih yang telah aku lalui.

Aku mungkin belum beruntung, tapi aku tak boleh berputus asa terhadap rahmat-Nya.

Iklan