Sejauh mana kita berjalan, aku bahkan tak sempat menghitung jejak langkah kita berdua. Aku terlalu sibuk tertawa dikala kita bergandeng tangan. Aku terlalu bahagia ketika kita berjalan setujuan. Hingga aku tak pernah mau menimba seberapa banyak air mata yang jatuh terbuang.

Tak banyak yang ingin kujelaskan. Bahkan, hingga diakhir tulisan ini. Kamulah orang yang sedetikpun tak pernah lepas dari pikiranku.

Dan pada akhirnya, aku dan kamu hanya bisa terdiam diujung tebing yang tinggi. Entah akan jatuh ke jurang kekecewaan, atau tetap bertahan melawan angin yang kencang.

Iklan