Surat Terbuka Untuk Kekasih

Tag

,

Dear Kekasih,
Bulan malam ini indah, seindah kamu dipelupuk mata. Bintang tak kalah cantik menampilkan gemerlipnya yang membuat sejuta mata memuji keindahannya. Begitu pula aku, yang malam ini sedang dirundung rindu akan sosokmu yang lekat dipikiranku. Padahal lepas tiga jam yang lalu engkau berpamitan denganku. Kamu memang selalu begitu, membuat rindu tanpa kenal waktu.

Malam tadi hujan turun saat kita duduk berdua di balkon rumah, seketika pula membuat suasana berubah menjadi haru biru. Merasakan dentuman irama yang menenangkan jiwa sekaligus merenyuh hati. Bukan tanpa sebab, karna saat itu kita sedang bertengkar. Ya, aku telah membuatmu kecewa. Kecewa karna masa laluku yang belum terhapus dalam isi laptopku. Masa lalu yang sudah kutinggalkan jauh-jauh. Bahkan sebelum aku bertemu engkau kekasih. Masa lalu yang nyatanya sudah tersapu bersih dalam otakku juga hatiku. Masa lalu yang sudah tergantikan oleh sosokmu yang kini menjelma bagai riuk ombak kala senja. Indah.

Baca lebih lanjut

Iklan

Analisa Sotoy : Hal Yang Nyebelin Pas Pacaran

Tag

,

“Jatuh cinta berjuta rasanya, biar hitam biar putih manislah nampaknya” kalo kata eyang Titiek Puspa mah begitu. Gak perduli pasangan kita mau putih ganteng kayak Aliando, atau item jelek kayak …….. (isi sendiri) kalo kita udah cinta mah mau gimana juga ditempelin terus.

Lain lagi kalo kata alm.Gombloh, “kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat”. Semua yang gak mungkin bisa jadi mungkin. Semua yang jelek keliatannya jadi indah. Mungkin hal itulah yang dibilang bahwa cinta itu buta. Cinta gak pernah mandang apapun, kalo hati udah srek omongan jelek orangpun gak bakalan digubris. Kekeuh aja dipepetin.

Omong-omong soal cinta, kali ini gue mau ngebahas hal yang nyebelin saat pacaran. Karna gue yakin gak semua hubungan itu berjalan dengan lancar, atau adem ayem aja kayak air di danau. Gak mungkin. Pastinya ada hal yang bikin kita bete terhadap pasangan. Oke, daripada berbelit, gue mau ngasih tau analisa sotoy gue mengenai hal yang nyebelin pas pacaran.

Baca lebih lanjut

Tentang Kamu

Kalau orang lain bilang, kamu itu ngangenin. Buat aku kamu itu nyebelin. Kamu tau kenapa kamu nyebelin? Soalnya kamu bikin aku kangen, kangen sama candaan kamu yang bikin aku ketawa gak jelas. Ketawa sampe pipi aku ketarik dan udahannya pegel banget. Rasanya mau diem aja biar gak capek pipinya tapi selalu gagal. Kamu selalu bisa bikin aku gak berhenti buat senyum, bahkan membuahkan tawa lepas. Kamu itu kayak pelawak handal, bisa ngebuat aku ngelupain masalah kalo udah dideket kamu.

Kalau kata orang kamu itu manis, buat aku kamu itu serem. Dengan kumis dan brewok tipis yang nutupin wajah kamu, bikin aku gak bosen ngeliat kamu. Apalagi kalo kamu sudah berlakon senyum kaku kayak iklan sabun muka itu. Rasanya mau aku tarik pipi kamu. Biar muka kamu melar. Biar makin ngegemesin kayak patrick star. Dengan perut buncit yang bikin kamu tambah greget. Hihihi…

Kalo mereka bangga punya pacar yang tampan. Aku lebih bangga punya kamu yang selalu bisa bimbing aku. Kamu yang ngajarin aku untuk lebih mencintai Allah. Kamu yang selalu ngingetin aku untuk selalu menjaga diri.
Kamu yang gak pernah bosen ngocehin soal kebaikan-kebaikan yang bisa bikin hati jauh lebih tenang. Kamu itu bikin aku kagum dengan semua ilmu yang kamu punya. Aku lebih bangga punya kamu yang mengingatkan aku akan kekalnya akhirat. Dibandingkan bersenang sementara di dunia yang ternyata cuma sebentar. Itu lebih berarti buatku.

Baca lebih lanjut

Postingan Pertama ditahun 2016

Tag

image

Selamat siang hari ke 4 ditahun 2016. Setelah sebulanan lebih gak megang ini blog, rasanya tangan mulai gatel buat nuangin cerita lagi. Oiya, sebelumnya SELAMAT TAHUN BARU 2016, semoga di tahun ini semua resolusi bisa tercapai. Aamiin.

Kalo ditahun 2015 masih jarang banget posting tulisan, ditahun 2016 ini gue niatkan untuk selalu nulis dalam kondisi apapun. Semoga bisa kesampaian, dan mood gak jelek-jelek amat buat mengeksekusinya. Semoga aja.

Senin, 4 Januari 2016. Dalam kondisi yang alhamdulillah sehat dan masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Siang ini, seperti biasa kerjaan gue cuma update sosial media, ngelamar sana-sini (ngelamar kerjaan, pengennya sih dilamar kamu aja), nonton tv, ataupun dengerin musik.

Kalo ditahun 2015 gue masih sering ngegalau, semoga ditahun ini gak sering-sering amat. Hidup gue harus berubah jadi lebih baik lagi. Terlebih sekarang udah ada seseorang yang tiap hari kerjaannya cuma bikin gue ketawa terus. Gue heran kenapa dia sebegitu lucunya, sampe-sampe mau marah di depan mukanya aja gue gak sanggup. Sampe gue bingung, gue sebenernya marah sama orang apa sama badut. Tapi alhamdulillah, dia emang nyenengin banget.

Baca lebih lanjut

Bandung Lautan Cinta

Selamat pagi dari bandung. Semoga hari ini akan jauh lebih indah dari kemarin.

Postingan kali ini tak akan kubuat panjang, hanya sebuah tulisan singkat mengenai perasaanku saat ini. Ah, akupun tak tau sebenarnya harus mulai darimana.

Sudah sekitar 5 hari aku berada di bandung, menikmati indahnya pemandangan kota bandung dengan sejuta keunikan yang terdapat di dalamnya. Kota yang ramai akan pemuda-pemudinya yang hilir mudik memenuhi setiap sudut kota, juga para pedagang yang menjajakan dagangannya yang membuatku ingin mencicipinya satu persatu.

Bandung lautan api, ya bukankah bandung memang dijuluki seperti itu? Bagiku, bandung adalah lautan cinta. Tempat aku dimana merasakan cinta yang begitu hangat. Cinta dari setiap orang yang berada disini. Aku sangat suka berada disini. Dan hatiku saat ini berada diantara Bandung dan Jakarta.

Meskipun aku sangat suka berada disini, tak dipungkiri bahwa akupun merindukan Jakarta. Rindu keluargaku yang berada disana. Rindu keceriaan adik-adikku yang selalu membuahkan tawa. Aku merindukan mereka. Aku rindu teman-temanku. Aku rindu seseorang yang juga berhasil meluluhkan hatiku. Hey, baik-baiklah kalian disana. Aku sangat merindukan kalian. Aku, merindukanmu.

Malam Minggu Yang Sama

Tag

,

Selamat sabtu malam wahai tuna asmara diluar sana, gimana keadaan hati kalian saat ini? Apakah masih sama seperti malam-malam minggu sebelumnya? Masih kosong tak berpenghuni? Duuh kasian. Tapi tenang, kita senasib. *cheers*

Malam minggu, atau sabtu malam kali ini buat saya masih menjadi malam-malam yang sama saja. Malam minggu yang dinikmati dengan sajian alunan musik yang diputar dari HP sembari rebahan di kasur sambil internetan. Kalian juga pasti begitu kan sekarang?? Udah ngaku aja, gak usah malu.

Entah kenapa malam minggu menjadi momok menakutkan untuk para jones. Mereka suka mengutuk kehadiran malam minggu. Maunya mereka malam minggu itu di-skip aja, atau bahkan hilang dari kalender. Tak hanya itu, para tuna asmara atau jomblo biasanya akan mengeluarkan ajian yang paling berbahaya. Mereka akan berdoa bersama agar setiap malam minggu diguyur hujan deras, dengan sautan petir yang mencekam. Apabila berhasil, maka para tuna asmara akan tertawa bahagia.

Baca lebih lanjut

Aku, Hujan dan Rindu

Tag

, ,

Gemericik air turun membasahi kaca jendela. Mengalir lembut air hujan yang juga ikut menambah sunyi suasana malam. Memeluk erat jiwa yang hampa akan kesepian. Hening, tanpa suara. Hanya gemuruh rindu yang seakan berteriak mencari lawan. Aku rindu, tapi tak tau pada siapa.

Hujan malam ini mengalunkan irama kerinduan. Setiap tetesannya seakan memainkan melodi nada cinta. Merenyuh hati pada setiap dentingannya. Indah, tapi memilukan.

Anginpun tak mau kalah, ia ikut menambah haru suasana malam. Membelai hati, menyesakkan dada. Mencoba membuka kembali pintu kenangan yang sudah kututup. Bukan tak ingin kubuka, tapi kurasa aku perlu berjalan kedepan untuk menemukan pintu baru. Yang akan kupersilahkan masuk untuk seseorang yang mencintaiku.

Baca lebih lanjut

Teruntuk Kamu

Teruntuk kamu yang sedang disiapkan Tuhan untuk dipertemukan. Apa kabar? Semoga kamu sehat. Aku disini juga baik. Sampai saatnya nanti kita bertemu, semoga kita selalu dalam keadaan yang baik. Yang akan mempertemukan kedua belah mata kita, untuk saling menatap. Mencoba merasakan getaran cinta yang akan menampilkan senyuman pada pipiku dan wajahmu.

Teruntuk kamu yang sedang disiapkan Tuhan untuk dipertemukan. Bagaimana hari mu? Semoga menyenangkan. Aku disini juga selalu senang. Menantimu dengan sejuta harap yang akan mengantarkanku pada labuhan cinta mu yang menenangkan jiwa.

Teruntuk kamu yang sedang disiapkan Tuhan untuk dipertemukan. Jangan lelah berdoa, karna aku yakin bahwa kita akan bersama disaat yang telah ditentukan. Disatukan oleh cinta suci yang Tuhan hadirkan melalui hati yang terbungkus sejuta kerinduan. Rindu yang tak tau pada siapa akan dilabuhkan. Diserahkan sepenuh jiwa untuk ditimang sayang penuh kasih. Akupun tak lelah berdoa untuk saat itu. Saat dimana tanganmu akan menggenggam erat tanganku.
Baca lebih lanjut

Permisi!!

Apakah kamu pernah jatuh cinta??
Aku rasa itu pertanyaan terbodoh yang aku ajukan malam ini. Jatuh cinta, jatuh dalam rasa yang tak dapat dijelaskan, tak dapat digambarkan.

Cinta, lagi-lagi soal cinta. Bukankah di dunia ini tak ada yang lebih indah selain cinta? Meskipun tak harus melulu cinta kepada pasangan. Karna cinta bisa pada Tuhanmu, cinta pada orang tua, cinta pada teman. Cinta pada siapa saja, pada apa saja.

Rindu, tak jauh dari itu. Rindu hadir ketika kau merasakan cinta, dia datang saat cinta berhasil menelusup jauh ke dalam relung hati. Yang membuat sebagian orang merasa sakit, sakit yang indah. Rindu, rasa yang indah meski menyakitkan. Menyakitkan apabila tak berjumpa.

Cinta, bolehkah ku panggil engkau seperti itu? Aku ingin menggambarkan engkau dengan rasa, bahkan sebenarnya tak dapat ku gambarkan dengan jelas.

Rindu, bolehkah ku panggil engkau seperti itu? Aku ingin meluapkan engkau dengan kata, padahal kata saja tak cukup untuk menebus engkau.
Baca lebih lanjut

Ah Sialan Kamu!!

Tag

, ,

Malam ini aku telah membaca cerita cinta yang telah orang lain tuliskan pada sebuah buku yang begitu menghanyutkan hatiku. Seketika pula mengingatkanku pada cinta yang telah punah ditelan waktu. Di sapu habis luka. Dan kini dihadirkan kembali oleh rindu.

Sudah lama bukan setelah saat kita berpisah dan memilih jalan hidup masing-masing. Ah kurasa sudah lepas 1 tahun yang lalu. Bagaimana kabarmu hari ini?  Semoga baik, ku doakan selalu.

Aku masih ingat jelas dulu pernah memperhatikanmu diam-diam. Tersenyum melihat tingkah lakumu bak anak kecil yang riang saat diberi permen warna-warni. Tertawa lepas tanpa beban lalu menyibakkan poni pendekmu yang klimis karna gel warna biru itu. Kamu lucu. Bagiku, aku tak perduli jika orang lain tak setuju.

Ingatkah kamu saat kau memberikan sebuah coklat padaku sebagai tanda maaf karna telah menyontek hasil ulanganku? Hehe, kamu memang selalu begitu, melucu setiap waktu. Padahal saat itu bukan kamu saja yang mencontek hasil kerjaku, tapi mereka juga. Tapi cuma kamu yang dengan ikhlas memberiku coklat, atau mungkin tak seikhlas dugaanku. Itulah istimewanya dirimu.

Pernah satu waktu aku benar-benar larut dalam kagumku terhadapmu, menyimpan sedikit rasa pada hatiku yang berharap kau juga tau. Ah, sial, kamu sudah berhasil mencuri hatiku. Bahkan juga pikiranku. Kamu memang kejam. Merebutnya tanpa basa-basi. Tanpa bilang permisi. Kamu tak sopan!

Dalam diam, aku selalu menyebutkan namamu, entah mengapa kau sangat senang mengusik ketenangan hidupku. Selalu bermain-main dikepalaku dan tak ingin hilang. Kamu itu pengganggu. Tak bosannya mengusik alam sadarku. Hingga aku terlupa bahwa kamu memang begitu.

Rasanya aku tak ingin terlalu jauh mengingatmu, karna kurasa itu sudah tak perlu. Cinta sudah pernah mempertemukan aku dan kamu. Cinta sudah merubah pandanganku terhadapmu. Cinta yang telah berhasil menenggelamkanku pada lautan rindu. Dan kini, cinta telah membuat aku dan kamu semakin menjauh.

Aku tak gusar, apalagi risau. Aku hanya kesal karna kau selalu berhasil membuatku merindukanmu. Kamu yang diam-diam masuk ke dalam mimpi dan membuatku membencimu. Karna membencimu adalah caraku mengingatmu. Dan sialnya, aku selalu mempersilahkan engkau untuk duduk manis dipikiranku selama engkau mau. Selama engkau suka. Lalu membiarkan diriku terlena akan kenangan yang jauh lebih dulu kuhapus bersama bayangmu. Ah, sialan kamu!!