Bertemu Ayah Pidi Baiq dan Dilan Gadungan

Tag

, ,

image

Aku baru aja sampe di kamar, lagi rebahan sambil nulis apa yang mau aku ceritain tentang hari ini. Tapi sebelumnya aku abis saliman dulu sama mama juga papa yang lagi asik nonton teve bersama kedua adikku yang sedang mewarnai buku gambarnya.

Tadi siang sekitar jam 12 aku berangkat dari rumah naik ojek online ke Jakarta Convention Center (JCC) buat ketemu penulis yang aku suka, sebenernya gak suka-suka amat, soalnya dia sudah beristri, takut ih. Siang-siang saat matahari sedang berada dipuncaknya. Setelah satu jam perjalanan akhirnya aku nyampe disana, ya meskipun aku masih harus jalan lumayan jauh dari pintu masuk Gelora Bung Karno Senayan sampe ke JCC-nya tapi aku semangat aja demi ketemu si Ayah.

Setibanya disana aku langsung keliling gedung JCC nyari si Ayah tampil di panggung yang mana,  soalnya disana banyak panggung. Setiap panggung bintang tamunya beda-beda. Aku jalan menyusuri setiap hall dan tiba-tiba denger suara pembawa acara di salah satu panggung, aku berhenti disana dan berharap itu adalah talk show nya si Ayah, udah nyaksiin lumayan lama ternyata bintang tamunya penulis terkenal yang udah nerbitin banyak judul buku, yaitu Tere Liye. Karna firasatku gak enak, alhasil aku langsung ngehubungin salah satu temen yang udah janjian juga mau liat si Ayah.
“Pidi Baiq teh di sebelah mana ya? Satu panggung juga gak sih sama Tere Liye!”.
“Satu panggung bro”.
“Ini udah mulai, tapi kok bukan Pidi Baiq sih, iih aku takut kelewatan!”

Baca lebih lanjut

Iklan

#CatatanUlat

Aku mungkin telah lama mengabaikan tempat ini, ya harus kuakui kemarin aku terbuai akan gemerlapnya gubuk lain sehingga ku biarkan berdebu. Disaat semua membosankan, aku  mengunjunginya kembali dan mecoba mencurahkan semua isi hati, meluapkan perasaan yang terpendam yang tak tau harus bagaimana cara untuk menyampaikannya.

Ah rasanya aku ingin menuliskannya di secarik kertas lalu ku selipkan di ranting pohon taman itu, membiarkannya tergeletak dan mungkin jatuh terbawa angin. Atau burung yang hinggap disana  membawa surat itu terbang bersamanya, menyampaikannya pada sang Khalik, karna aku tak tahu dengan cara apalagi agar ia tahu.

Mungkin dengan cara itu nanti Tuhan akan mengetuk hatinya, membuka mata dan membuatnya tersadar. Aku mungkin bukan wanita hebat, tapi aku berusaha melakukan semampuku, kadang rasanya ingin mengacuhkan segalanya tapi tak pernah berhasil. Namun, aku akan terus berusaha, mendampinginya disaat tubuhnya lelah, menjadi teman celoteh bersenda gurau, menjadi pundak ketika ia resah. Berharap Tuhan memberikanku kebesaran hati untuk menjalani segalanya yang telah digariskan.

MLT 2011 (part I)

Tag

, , ,

hhhmmmhhh setelah cukup lama berdiam diri akhirnya otak ini menghasilkan ide juga untuk dijadikan sebuah tulisan yang semoga menarik untuk dibaca..baiklah langsung saja kita simak baik-baik cekidoooot…

MLT 2011 merupakan singkatan dari Mercusuar Leadership Training 2011 yaitu pelatihan kepemimpinan untuk mahasiswa Mercusuar  yang berlangsung dari tanggal 13 Mei 2011 – 15 Mei 2011 kemarin. Pada tanggal 13 Mei 2011 seluruh mahasiswa/i tahun ajaran 2010/2011 berkumpul di Kampus tercinta yaitu  STMIK Mercusuar untuk melakukan registrasi sebelum berangkat menuju lokasi yaitu di Wisma Aryanti, Bogor.

Satu per satu mahasiswa datang sebelum sampai batas waktu yang telah di tentukan yaitu pukul 13.30, semuanya membawa berbagai keperluan yang dibutuhkan di sana dan beberapa barang yang telah ditentukan oleh panitia MLT 2011 seperti gelas, 3 buah pop mie, 2 buah jeruk/apel, sepatu kets, kaos dan celana olahraga. Setelah semua mahasiswa kumpul semua dan waktu telah menunjukkan pukul 13.30, kamipun berkumpul di parkiran untuk diberikan pengarahan sebelum berangkat, setelah itu kami dibimbing untuk memasuki bus yang telah disiapkan oleh panitia secara rapi, dan perjalanan menuju lokasipun dimulai..bbuuuzzzzzz…….enggiingggeeennggg….langsung aja yah,,,,

Baca lebih lanjut

Suasana Pondok Gede

Aku  ingin menceritakan pengalamanku di Pondok Gede. Aku adalah seorang mahasiswa yang  berkuliah di daerah Pondok Gede dan letaknya cukup jauh dari kediamanku yang berada di Jakarta Timur. Setiap hari aku berangkat pagi-pagi sekali agar tidak terjebak dalam kemacetan tetapi tetap saja selalu kutemui musuh yang sangat menyebalkan bagiku itu dan mungkin bagi yang lainnya juga, yaitu macet yang selalu menyambut kedatanganku saat tiba di Pondok  Gede setiap paginya tanpa mengenal hari Senin, Rabu, ataupun Jumat. Yang aku herankan jarang sekali kulihat polisi yang mengatur lalulintas di sana,  aku sempat bertanya-tanya dalam hatiku, kenapa tidak ada yang mengatur lalu lintas sedangkan terlihat jelas jalanan yang semeraut  dan tidak terkendali akibat keegoisan beberapa orang agar bisa barada di paling depan saat jalanan macet.

Mobil dan motor saling berebut untuk mendapatkan poisi paling depan agar cepat keluar dari kerumunan mesin berjalan itu, motor yang suka menyalip seenaknya yang sebenarnya dapat membahayakan keselamatan dirinya sendiri serta angkutan umum yang selalu ngetem untuk mendapatkan penumpang yang membuat keadaan semakin parah.. Suatu ketika aku terjebak dalam kemacetan yang tak kunjung usai sampai 1 jam lamanya yang membuatku telat masuk kelas hingga membuat dosenku merasa sangat kesal, dosenku langsung mengunci pintu kelas agar tidak ada lagi mahasiswa yang bisa masuk.

Aku dan saudaraku merasa beruntung karena masih bisa mengikuti pelajaran walaupun kami terlambat.hehehe… 🙂 .. Karena seringnya aku datang terlambat aku dan saudaraku mendapat julukan Miss.Telat oleh teman-temanku ( cukup memalukan sih tapi aku menyikapinya dengan santai *wajah memerah*).

Selain macet yang menjadi musuh utamaku, cuaca yang panas juga selalu menyelimutiku tiap paginya, udara yang sejuk jarang sekali ku rasakan jika cuaca memang sedang mendung.. matahari yang terik yang membuat hawa panas setiap hari bahkan saat pagipun. Namun lama-kelamaan aku mulai terbiasa dengan keadaan ini walaupun agak menyiksaku 😦 . Aku berharap ada suatu perubahan yang terjadi, yaitu agar pemerintah kota segera mengatasi permasalahan yang melanda Pondok Gede, lebih tepatnya keadaan jalan yang selalu macet dan jalan yang berlubang. Sehingga aku dan banyak orang lainnya dapat merasakan kenyamanan berlalulintas. Inilah pengalaman yang dapat kuceritakan mengenai Pondok Gede…Bagaimana dengan kamu???

Hobby Ku Dulu!

hhhmmmhh mau mulai darimana ya??? saya juga bingung karena belum dapat ide yang bagus jadi cuma mau curhat aja deh. Hobby saya sebenarnya banyak tapi rata-rata putus di tengah jalan, waktu SD saya sangat gemar ikut latihan silat, tapi karena pulangnya selalu tengah malam jadi saya tinggalin olahraga itu, saya jadi sering masuk angin gara-gara angin malam yang selalu menemani saat latihan. Selain Silat saya juga pernah mencoba olah raga Taekwondo saat SMK dulu, tapi lagi-lagi putus ditengah jalan karena 1 kali saya tidak ikut kenaikan sabuk, jadi malu buat nerusinnya lagi, padahal enggak ada pengaruhnya sih tapi kan enggak enak kalau saya jadi beda sabuk sendiri sama teman-teman yang lainnya.

Setelah vacum di Taekwondo, saya mencoba kesibukan lain,tapi kali ini bukan berbau dengan olahraga melainkan sebuah game online yang saat itu sedang marak-maraknya dikalangan anak muda (karena saya juga masih muda.hehe :-P). Sebenarnya saya sama sekali buta dengan gameonline,tapi karena sering menemani pacar saya yang suka main game online yang bernama Sealindo (Sealonline) akhirnya saya tertarik untuk mencoba permainan ini. Awalnya sama sekali enggak paham, tapi lama-lama jadi tertarik juga buat main game ini. Kecanduan game mungkin kalimat yang cocok untuk saya, karena akibat terlalu sering main game saya jadi lupa waktu,lupa makan,lupa belajar,lupa jajan hehe, karena uangnya selalu saya gunakan untuk pergi ke warnet (jangan di tiru ya…).

Setiap pulang sekolah saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke warnet, karena saat itu saya sedang menggebu-gebu untuk menaikan level char (karakter) saya di permainan tersebut. Tapi karena UAN saat itu, jadi saya berhenti dulu untuk fokus Ujian agar saya bisa lulus dengan hasil yang memuaskan..

Setelah UAN saya jadi benar-benar lupa untuk main game lagi, tetapi akhir-akhir ini saya memulai hobby saya kembali karena rasa rindu saya yang membara dan begitu menggebu-gebu merasuki jiwaku..*lebay mode on*

sekian dulu ya ceritanya…

note: kalau yang baca anak kecil, perbuatan diatas jangan ditiru ya, karena dapat membuat kanker (kantong kering) dan jadi lupa semuanya. Kalau olahraganya sih silahkan ditiru karena bisa menambah prestasi dan membuat badan kita sehat.

Cinta dalam Perang

Tag

, ,

Malam ini hujan turun dengan derasnya ditambah lagi sambaran petir yang menghantam bumi dengan sangat keras. Di dalam gubuk tua itu terdapat seorang janda muda yang sedang hamil tua, ia ditinggal oleh suaminya yang berprofesi sebagai kepala desa yang angkuh dan sangat kejam terhadap warganya. Suaminya mati di bunuh oleh seorang perampok yang hendak mencuri barang-barang yang ada dirumahnya,  kini janda itu hanya bisa tinggal di gubuk tua bekas kandang sapi miliknya dulu.

Hujan makin membuat malam semakin mencekam, janda itu meringis kesakitan karena janin yang ada di dalam perutnya memberontak ingin keluar, tak ada satu orangpun yang dapat membantunya, dengan sekuat tenaga janda itu berusaha mendorong bayinya keluar sambil mengusap-ngusap perut janda itu berkata “eeerrrrggghhh ayo nak keluar,bantu ibu mempermudah ini semua” dengan tangis ia berusaha dengan sekuat tenaganya. Diikuti oleh suara petir yang sangat keras, bayi itu keluar dengan tangis yang menggelegar bagaikan suara petir yang menandai kelahirannya, janda itu tersenyum bahagia melihat seorang bayi laki-laki yang sangat tampan, ia mengambil secarik kertas dan menuliskan sebuah pesan “Anak ini bernama Edie, bagi siapa saja yang menemukannya, saya minta tolong rawat anak ini dengan baik”  setelah mencium kening anaknya itu tak lama kemudian janda itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Edie tumbuh menjadi anak  yang tampan dan gagah, kini ia tinggal dirumah yang mewah  setelah dirinya ditemukan oleh seorang noni Belanda yang sedang berjalan didepan gubuk tua tempat dimana Edie dilahirkan, walaupun ia dibesarkan oleh seorang wanita berdarah Belanda namun, kecintaannya terhadap Indonesia membuat Edie memberontak orang tua angkatnya itu untuk berperang melawan prajurit Indonesia. Edie dewasa kini  kabur meninggalkan rumah untuk membantu rakyat Indonesia berperang melawan penjajah dan ia masuk menjadi anggota militer untuk menjadi seorang prajurit, ia naik pangkat menjadi seorang kapten karena keteladanannya itu.

Hari ini semua prajurit bersiap-siap untuk berperang, diantara semua prajurit itu ada satu orang pria berwajah tampan dan bertubuh gagah, ia biasa di panggil Kapten Edie. Suara meriam telah ditembakkan ke udara, itu berarti tanda peperangan dimulai, semua prajurit dikerahkan dan senjata-senjata itu dijinjing untuk di bawa ke medan perang. Peperangan melawan penjajah berlangsung tragis, banyak prajurit yang gugur dalam perang ini, tak terkecuali Kapten Edie.

Ia selamat setelah berlindung dibalik batu besar, kakinya mengeluarkan banyak darah akibat tertembak oleh senapan sang penjajah. Hingga akhirnya suara meriam dan senapan tak terdengar lagi, yang tersisa hanyalah setumpuk mayat yang di buang oleh penjajah, darah berceceran ditanah dan ada sebagian daging yang tercecer akibat disayat oleh penjajah dengan menggunakan pisau belati yang sangat tajam. Kapten Edie hanya bisa menangis melihat apa yang terjadi, tapi dibalik tangisan itu, ia memberi rasa hormat dan bangga pada prajurit yang gugur dalam perang ini.

Dengan pincang ia menghampiri temannya yang mati dalam pertempuran itu, namanya Suparman, sebuah prajurit yang sangat dekat dengannya. Ia menangis diatas wajah Suparman, karena air matanya tak dapat dibendung lagi. Luka yang cukup parah membuat Kapten Edie tak sadarkan diri. Baca lebih lanjut